Beranda Forum Radio SSB Teknologi Plasmacluster Sharp Mampu Kurangi Virus Corona

Melihat 1 tulisan (dari total 1)
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
  • #8279

    Pertama kalinya pada global, Sharp Corporation sudah memberikan bahwa titer infeksi virus corona baru (SARS-CoV-2) termasuk strain varian yg terkandung pada air liur manusia bisa dikurangi lebih dari 99,4% menggunakan cara memaparkan / menyemburkan ion plasmacluster selama dua jam di taraf kelembaban di kisaran 60% (Relative Humidity)*4, dimana angka ini adalah syarat yang direkomendasikan buat melawan infeksi virus. berita tadi disampaikan PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) dalam siaran persnya pada Jakarta, Rabu (21/7).

    Temuan tersebut sesuai akibat penelitian di bawah pengawasan Profesor Hironori Yoshiyama asal Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Shimane (anggota Dewan masyarakat Virologi Jepang), Profesor Shigeru Watanabe, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Meikai, dan Profesor Masashi Yamakawa, Departemen Teknik Mesin dan Sistem, Institut Teknologi Kyoto.

    kata Hironori Yoshiyama, Profesor, Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Shimane, buat mencegah infeksi virus, penting buat menjaga area ruangan pada tingkat kelembaban cukup sekitar 60% menggunakan humidifikasi, sehingga bisa mencegah mukosa saluran pernapasan manusia mengering, mempertahankan fungsi imun, serta buat menekan efektivitas penyebaran virus.

    Kendati demikian, sementara area menggunakan kelembaban relatif 60% mengurangi jumlah partikel droplet tersuspensi di udara dan menempel di bagian atas benda. “Maka, perlu jua mempertimbangkan tindakan wardah pencegahan terhadap virus yg menempel di benda. pada verifikasi ini, teknologi plasmacluster secara signifikan menonaktifkan SARS-CoV-2 yang terkandung dalam droplet yang menempel di berbagai permukaan menggunakan kondisi kelembaban udara 60% pada mana fungsi proteksi fisiologis dipertahankan,”ungkapnya.

    Disampaikannya jua, yang akan terjadi modern pula menunjukkan kemampuan Ion Plasmacluster buat menekan varian virus strain yg bisa diterapkan di varian–varian baru yang berpotensi buat muncul pada masa mendatang. asal memahami saja, secara awam cara penularan virus corona baru dibagi menjadi 2, yaitu penularan melalui droplet yg lalu berbagi virus pada udara dan penularan hubungan secara pribadi oleh virus yg menempel pada permukaan sebuah benda. sesuai hal tadi pada September 2020 kemudian, Sharp melakukan penelitian buat menguji keefektifan teknologi Plasmacluster dalam mengurangi SARS-CoV-2 di udara, serta kali ini, Sharp baru saja berhasil menerangkan keefektifan Ion Plasmacluster dalam mengurangi SARS-CoV-dua yang melekat di bagian atas benda.

    Pertama, Sharp melakukan beberapa riset terhadap partikel droplet dengan tingkat kelembaban yang tidak sama yang pada simulasikan ke pada area kehidupan sehari-hari. akibat simulasi masalah memberikan dimana saat seorang batuk di area ruangan dengan tingkat kelembaban berbeda, yaitu 30% dan 60%, menunjukkan bahwa jumlah partikel droplet yg tersuspensi pada udara disekitar orang dengan tingkat kelembaban ruangan 60% jauh lebih sedikit serta droplet akan eksklusif jatuh serta melekat pada permukaan meja, berbanding menggunakan seorang yg berada dalam area ruangan menggunakan tingkat kelembaban 30% droplet akan permanen melayang dan tersuspensi pada udara.

    sesuai akibat ini, Sharp menganggap penting untuk memverifikasi Jika tingkat kelembaban 60% memiliki efek terhadap pengurangan jumlah SARS-CoV-dua yang jatuh dan melekat di permukaan sampai mampu mengurangi risiko penularan virus di udara melalui tetesan droplet. Selanjutnya, karena sebagian akbar droplet penyebab infeksi penularan virus berasal dari air liur, Sharp mengukur serta membandingkan titer infeksi pada area dengan tingkatan kelembaban 60% antara SARS-CoV-2 yg dicampur dengan media cair yg biasa digunakan untuk pengujian virus dan SARS-CoV-2bercampur air liur.

    yang akan terjadi penelitian menunjukkan titer virus menular pada media cair tersisa kurang dari 1% sehabis dua jam, sedangkan pada media air liur, kurang lebih 56% tetap utuh. berdasarkan yang akan terjadi penelitian yg dilakukan terbukti Bila efektifitas teknologi Plasmacluster diverifikasi bisa mengurangi titer infeksi penularan termasuk varian baru lebih asal 99,4%. Ke depannya Sharp akan terus berkontribusi kepada warga menggunakan melakukan banyak sekali penelitian lanjutan yang mengenai efektivitas teknologi plasmacluster.

Melihat 1 tulisan (dari total 1)
  • Anda harus log masuk untuk membalas topik ini.