Beranda Forum Topik Lain-Lain RADIO HANDY TALKY JADI SOLUSI PEMBELAJARAN JARAK JAUH

Melihat 1 tulisan (dari total 1)
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
  • #7745

    pada sela kokokan ayam yang saling bersahutan dan jarum jam mengarah nomor tujuh, sejumlah anak yg bermukim di desa Pasawahan, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis, Jawa Barat bergegas buat mengikuti proses pembelajaran jeda jauh (PJJ) yang rutin digelar sekolahnya setiap pagi selama pandemi COVID-19 pada delapan bulan terakhir.

    Baca SemuaSayup-sayup terdengar bunyi 604dea25b3a655fe1ab94434fad99f27 yg tidak lain guru wali kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Pasawahan, Yayat Hayatulhasani memanggil-manggil para siswa dan siswi berasal pesawat Handy Talky (HT) buat “radio check”. “Cek, cek, Romeo, Alpa, Delta, India, Oscar,” ucap Yayat asal kejauhan.

    Manda Setiani bergegas menggapai HT yang digantung pada dinding ruang tamu, sempurna di samping rak televisi. “Iya Pak, masuk,” jawab Manda di HT.

    Itulah kegiatan rutin keliru satu siswi Madrasah Ibtidaiyah Pasawahan Manda Setiani yang tinggal di Desa Pesawahan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Perkampungan kawasan dia tinggal jauh dari sentra keramaian perkotaan sehingga akses internet tidak memadai.

    sejak diberlakukannya sistem pembelajaran jeda jauh sang Pemerintah Daerah, sekolah tersebut menerapkan pembelajaran daring surat ar rahman menggunakan pesawat HT. Satu pesawat HT bisa dipergunakan lima-10 peserta didik menjadi media berkomunikasi mengenai tugas dan proses belajar.

    Pihak sekolah hanya mampu menyediakan enam HT yang tersebar di lima kelompok antara lain di Dusun Ciakar, Karang Petir, Munggangwareng, Jambu Dipa, dan Karang Wangkal.

    dari enam HT tadi, dua diantaranya telah menggunakan antena permanen yg menggunakan frekuensi VHF menggunakan sistem “direct” Karena tak memiliki “repeater”. HT yg memakai antena eksternal dipasang oleh orang tua peserta didik yang dijadikan daerah berkumpulnya beberapa peserta didik dalam sebuah grup belajar.

    Bagi grup yg pesawat HT-nya tidak memakai antena ekternal, mereka wajib rela mencari frekwensi yg bisa menangkap pancaran asal HT sang guru. buat menerima frekuensi yg tepat, tak sporadis peserta didik wajib berjalan beramai-ramai mencari titik eksklusif. bisa pada pinggir jalan, kebun, bahkan pada hutan.

    majemuk lika-liku usaha tersebut dilakukan Lantaran pada perkampungan tadi tidak tersedia koneksi internet yg memadai. Selain itu subsidi kuota internet buat belajar berasal pemerintah juga tidak mampu dipergunakan sebab keterbatasan kepemilikan gawai, dan pula tidak ada koneksi internet yang cukup di wilayah tersebut.

    Meski tidak sempurna, sehabis berbagai uji coba, para pengajar dan murid akhirnya mengandalkan HT menjadi solusi pembelajaran jeda jauh. Semangat belajar dan mengajar para peserta didik dan guru menjadi kapital dasar pembelajaran permanen mampu berlangsung di tengah keterbatasan akses komunikasi berbasis internet.

Melihat 1 tulisan (dari total 1)
  • Anda harus log masuk untuk membalas topik ini.