Beranda Forum Radio HT Perkembangan Teknologi Era Industri 4.0 Picu Tren Baru dalam Dunia Kerja

Melihat 1 tulisan (dari total 1)
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
  • #8264
    arthurcarl74
    Peserta

    berbagai inovasi digital yang hadir di era industri 4.0, seperti internet of things (IoT), big data analytics, location detection technologies, 3D printing, smart sensor, serta multilevel customer interaction, diprediksi akan membentuk tren otomatisasi pada global kerja.

    Hal tadi dikatakan Dosen Fakultas Ilmu Sosial serta Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) Bevaola Kusumasari saat menjadi pembicara dalam webinar bertajuk “Tren Pekerjaan di Era Digital”, Senin (19/7/02021).

    Menyambut perubahan tersebut, Bevaola mengajak setiap warga untuk pandai serta jeli dalam memanfaatkan teknologi digital buat menangkap peluang usaha baru.

    pada sisi lain, Direktur sentra Studi Kebijakan serta Manajemen Publik Universitas Katolik Parahyangan Tutik Rachmawati yg juga sebagai narasumber webinar menambahkan, terdapat baiknya pegiat teknologi berfokus pada pengembangan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

    Pasalnya, istilah Tutik, AI diprediksi akan menggantikan pekerja yang membutuhkan intuisi, mirip chef, psikolog, bankir, serta advokat, pada 2050.

    “(menggunakan begitu), jenis pekerjaan baru (akan muncul) pada masa depan, seperti data analyst, product designers and creators of commercial content health care asistant, digital security guard, hingga robot maintenance,” terangnya pada rilis yg diterima Kompas.com, Rabu (21/7/2021).

    Selain dua nama di atas, webinar tadi pula dihadiri sejumlah narasumber ahli berasal berbagai kalangan, mirip dosen Magister Ilmu hukum Universitas Ngurah Rai Putu Eka Trisna Dewi, serta comic artist sekaligus ilustrator Muhammad Iqbal.

    Perkembangan teknologi lahirkan profesi kreator konten

    Selain membentuk otomatisasi, perkembangan teknologi digital jua melahirkan profesi kreator konten pada berbagai platform media umum.

    Iqbal mengatakan, media sosial tiket masuk dufan ketika ini tidak sekadar wadah buat mengunggah foto atau video pribadi. Platform tersebut bisa menjadi media buat menyimpan portofolio profesional.

    “global kerja terimbas pandemi dan terjadi pengungsian digital. kini , media umum jua dapat digunakan menjadi platform profesional, seperti Myspace.

    Selain itu, Iqbal melihat bahwa pergeseran digital yang terjadi selama pandemi memicu peningkatan jumlah pekerja lepas. Hal ini terbukti asal munculnya banyak sekali platform freelancer. Sebut saja Fiver, Flexjobs, serta Dribble.

    Bagi pengguna media sosial yang tertarik menjadi kreator konten, Iqbal menyarankan agar membuat perencanaan terlebih dahulu.

    “dalam mengelola media sosial, pengguna perlu merencanakan seberapa seringkali menghasilkan postingan. lalu, prioritaskan di muatan (isi konten), bukan sekadar tampilan. Komunikasi (atau buat caption) yg lebih manusiawi,” jelasnya.

    Terkait hal tersebut, Bevaola kembali mengatakan, penguasaan teknologi digital ditambah aspek kreativitas merupaka kunci sukses untuk menjadi konten kreator. Menurutnya, konten digital harus memenuhi aspek inspiratif, edukatif, serta informatif, dan menghibur.

    “Para pelaku industri maupun generasi muda perlu memperluas wawasan serta mengasah keterampilan sebagai akibatnya dapat membuat konten yang indah, menarik dan memiliki nilai jual,” terangnya.

    menjadi isu, webinar bertajuk “Tren Pekerjaan di Era Digital” artinya galat satu rangkaian webinar Indonesia #MakinCakapDigital yang digelar Kementerian Komunikasi serta gosip (Kemenkominfo) beserta Japelidi, dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital.

    acara yang terselenggara pada Tangerang, Banten itu adalah upaya Kemenkominfo pada menyosialisasikan Seri Modul Literasi Digital, bagian dari acara Literasi Digital Nasional yg diinisiasi pemerintah.

    Adapun acara Literasi Digital Nasional bertujuan memperkuat kecakapan rakyat pada menggunakan teknologi serta media digital secara komprehensif.

    ada empat tema besar yg dibahas dalam Seri Modul Literasi Digital, yaitu Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan safety Bermedia Digital.

    Webinar Indonesia #MakinCakapDigital mempunyai sasaran 12,lima juta partisipan. karena itu, Kemenkominfo mengharapkan keikutsertaan semua elemen masyarakat agar literasi digital bisa terwujud di Indonesia.

Melihat 1 tulisan (dari total 1)
  • Anda harus log masuk untuk membalas topik ini.